THE STORY LATELY
Senin subuh setelah azan berkumandang dengan lantangnya membangunkan umat manusia untuk menjalankan kewajibannya di awal hari, saya sudah siap dengan tas penuh barang untuk kebutuhan 5hari kerja kedepan untuk menjalankan aktivitas di butta turatea (hahaha…asiknya namanya die?!). setelah selesai shalat subuh dan berkomat-kamit berdoa memohon keselamatan agar sampai di tujuan, tas pun dinaikkan ke kendaraan dimana kedua orang tua sudah siap mengantar bahkan sebelum saya selesai shalat. Jalanan masih sepi. Hanya ada beberapa kendaraan yang melintas disekitar jalan pettarani. Ketika berbelok ke alauddin, hanya ada satu dua orang pagandeng yang lewat dengan motor dan sepeda yang penuh barang. Sekitar 300m di depan kendaraan kami ada pengendara sepeda motor yang sedang berboncengan terlihat sangat oleng. Kami mencurigai kedua remaja ini sedang ”melayang”. Ketika mereka hendak berbelok ke kanan, mereka sepertinya tidak melihat ada pagandeng yang melintas dari arah yang berlawanan, dan pagandeng tersebut dengan barang bawaan yang dibawanya tidak dapat menjaga keseimbangannya sehingga tidak sanggup menghindari kedua remaja yang berboncengan ini sehingga terjadilah kecelakaan. Barang2 pagandeng berhamburan dijalanan dan kedua remaja tersebut terpental dari motornya dan bergabung dengan hamburan barang-barang pagandeng tersebut sedangkan pagandeng tersebut terguling bersama dengan motornya. Sungguh bukanlah suatu peristiwa yang layak disaksikan untuk orang yang ingin melakukan perjalanan keluar kota. Seketika itu juga ibu saya seakan tidak rela untuk melepaskan saya pergi bekerja, rutinitas yang sudah 3minggu ini dilakukan. Akhirnya setelah sampai diterminal dan mendapatkan mobil sewa, saya berangkat juga dengan tidak henti2nya berdoa memohon ampunan sekiranya ajal saya memang hanya sampai diperjalanan 90km keluar dari makassar. Namun setelah mobil sewa ini meluncur dengan kecepatan rata2 diatas 100km/jam dan akhirnya bisa tertidur pada saat setengah perjalanan, akhirnya saya sampai juga ditujuan dengan 30mnt lebih cepat dari biasanya dan dengan perasaan yang tidak menentu. Entah karena peristiwa itu tadi atau karena tiba lebih cepat dari biasanya.Tapi yang penting, saya sudah tiba dengan selamat dan inilah yang langsung dengan segera saya laporkan kepada yang berwajib dalam hal ini kedua orang tua.
Begitulah sedikit cerita perjalanan menuju tempat kerja yang sudah hampir dua bulan ini saya jalani. Bahkan bukan hanya sekali ini saja tontonan tragis yang gratis seperti ini disaksikan. Semua itu mungkin sebagai teguran untuk saya agar lebih berhati-hati dan sadar bahwa ajal mungkin saja datang ditempat yang tidak saya duga sebelumnya. Dan tentu saja untuk menjadi pengalaman dan pelajaran bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Amien….