The Hardest Ramadhan Ever
Bulan puasa kali ini sepertinya yg paling berat rasanya selama hidupku. Hidup jauh dari rumah dan harus merasakan sahur dan berbuka dirumah orang lain sama sekali tidak menyenangkan. Ego betul-betul diredam. Yang tadinya kalau menu sahur dan berbuka itu gampang diatur dengan orang rumah, kalau disana so pasti ikutan orang rumah sana masaknya apa. Secara kita ini cuma numpang. Belum lagi keinginan kita saat sahur, berbuka, shalat tarwih itu maunya bersama keluarga, akhirnya dijalani sendiri. Dan mungkin saking shocknya perasaan berdampak pada fisik. Pada hari kedua puasa yang biasanya kita lagi kuat-kuatnya, saya malah drop. Pekerjaan tak henti-hentinya yang tidak sebanding dengan kondisi fisik, membuat body n perasaan jadi tdk keruan. Demam bikin emosi menjadi-jadi, bahkan sampe rumah sempat nangis tapi langsung menguatkan hati kalau sekarang lagi puasa. Namanya juga bulannya ujian. Ibaratnya kalau kita ingin naik kelas,ya harus ujian dulu. Mungkin dalam setiap berlalunya tahun dalam hidup kita, Allah SWT ingin menguji kita. Bukan namanya orang yang bertakwa kalau tidak diuji oleh Allah SWT. Hal-hal yang dihalalkan saja menjadi haram disiang hari, apalagi yang haram. Saya cuma ingin menyemangati teman-teman di bulan puasa ini. Cobaan ini mungkin bukan apa-apa dibandingkan cobaan teman-teman yang lain. Semoga kita semua bisa melalui Ramadhan kali ini dengan lebih mensyukuri nikmat yang ada dan tetap semangat. Semoga kita semua bisa menadi fitrah kembali dihari yang fitri nanti.
Amin Ya Rabbal Alamien…